Ayat Ayat Cinta The Movie

March 8, 2008 at 2:17 pm 12 comments

Assalamualaikum, wr, wb…

poster film AAC The Movie

Mungkin sudah banyak yang menonton film Ayat Ayat Cinta yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Habiburrahman El Shirazy. namun saya tetap tertarik untuk membahas sedikit mengenai filmnya, mudah-mudahan tidak dianggap basi. dan maaf juga kalau sedikit spoiler, hehehe…

jujur baru aja nonton tadi siang bareng dengan Mama.

Film yang dibesut oleh Hanung Bramantya ini berdurasi kurang lebih dua jam. pemerannya antara lain Fedi Nuril, Rianti Cartwirght, Carissa Putri, dll. Yang namanya pembahasan mungkin ada baiknya dimulai dari kritik lebih dulu ya…

1. Di beberapa adegan Fahri (Fedi Nuril) tampaknya lupa bahwa dia tidak boleh bertatapan mata dengan lawan jenisnya, kecuali adegan sewaktu dia selesai berdiskusi dengan Alicia dan Aisha. pada adegan tersebut Fahri memandangi punggung Aisha dan mengucap Astagfirullah.

2. pada awal film, terlihat Fahri menyelenggarakan rapat dengan, mungkin, majelis taklim mahasiswa Indonesia. anehnya, kok rapat itu sendiri tidak dihijab(adanya pembatas antara mahasiswa dengan mahasiswi).

3. adegan Fahri yang meminta nasehat pada sahabatnya Syaiful. Syaiful sempat meminum minuman sponsor sambil berdiri.

despite adanya beberapa kekurangan, ada juga kelebihan dalam film ini:

1. Eksplorasi karakter Fahri. di film, Fahri terlihat seperti manusia biasa, yang bisa kesal dan marah saat diberi cobaan. misalnya dia sempat berkata, “Apa salah saya pada ALLAH…” atau ketika dia merasa tidak nyaman dengan kenyataan bahwa Aisha jauh lebih kaya dibanding dirinya. sementara di novel, Fahri seolah orang yang sempurna imannya. saya merasa karakter Fahri di film sedikit lebih manusiawi. karena iman manusia ada pasang surutnya, dan itu terlihat dari eksplorasi karakter yang dilakukan Mas Hanung.

2. Eksplorasi karakter Aisha. pada awal-awal pertemuan Aisha dan Fahri, karakter Aisha tampak sedikit kalah dengan Maria. khususnya pada adegan pernikahan. tetapi, setelah menjalani kehidupan pernikahan dengan Fahri terlihat Aisha pun mampu cemburu dengan Maria dan Nurul. kemudian ketika Fahri dipenjara, keikhlasan hati Aisha untuk mengijinkan suaminya berpoligami, serta ketidakrelaannya pada awal kehidupan berpoligami. kesemuanya menunjukkan bahwa seperti Fahri, Aisha pun hanya wanita biasa yang mampu merasa tidak ikhlas.

3. Di film Maria tidak langsung meninggal setelah memberikan kesaksian untuk membela Fahri. melainkan sempat tinggal bersama dengan Aisha dan Fahri di rumah Aisha. perbedaan alur cerita inilah yang menarik sekaligus taruhan yang cukup besar. pada umumnya film-film yang diadaptasi dari novel, pastilah akan diperbandingkan dengan karya aslinya. perbedaan alur, walau tidak mengubah akhir cerita, sedikit beresiko karena bentuk perbandingannya akan lebih tajam dan jelas dengan novelnya. tetapi, saya mengacungi jempol pada penulis skenario sekaligus Mas Hanung. karena perbedaan alur ini justru membuat cerita semakin menarik dan memberikan pesan yang semakin dalam pada penonton. seperti sulitnya berbuat adil bagi suami yang memiliki lebih dari satu istri.

selain kekurangan dan kelebihan di atas, saya tetap menikmati menonton film Ayat Ayat Cinta. meski awalnya skeptis dengan film ini, tapi saya akui bahwa kepiawaian sutradara menjadikan Ayat Ayat Cinta The Movie layak dan wajib ditonton. saya berharap kedepannya, semakin banyak sineas perfilman Indonesia yang tidak hanya mencari keuntungan. misalnya dengan hanya memproduksi film horror, film cinta yang vulgar, tapi juga memproduksi film pembangun jiwa seperti Ayat Ayat Cinta ini.amien…

Advertisements

Entry filed under: daily updates, hobbies!!!. Tags: , .

Taman Safari!!! introspeksi

12 Comments Add your own

  • 1. auly  |  March 10, 2008 at 4:41 am

    wanna know my opinion about this movie? see this http://aulythegreat.wordpress.com/2008/03/10/the-burial-of-core-value/

    cuma pendapat aja lho ya 🙂 tinggal sedikit lagi sih, sayang bgt abisnya, bisa jadi great movie! 🙂

    Reply
  • 2. zenletion  |  March 10, 2008 at 12:07 pm

    Actually, I see your opinion… and I put my comment in there… hope you received it (cause I use gprs), but then I see you blog and I already have 2 comments there, hahahaha sorry…

    Reply
  • 3. scratchz  |  March 10, 2008 at 3:21 pm

    dela, sebenarnya aku mw posting di blog juga seh tentang AAC. tapi belum sempet2 euy.. aku maw cuma mw nambahin comment aja seh…
    sama dengan dela aku mw mulai dengan kritikan :
    – Masih ada standing party setelah noura bertemu kembali dengan keluarganya. Standing party ini juga diikuti oleh salah satu Syekh di film tersebut.
    – Pada saat Fahri curhat ke Syaiful, Syaiful tidak hanya minum sambil berdiri tapi dia juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.
    – Difilm Fahri dan Maria terlihat terlalu dekat pada saat masih di flat murah. Ataupun pada saat berjalan bareng di luar sebelum mereka menikah.
    – Adegan dimana noura tiba-tiba bertemu kembali dengan orang tuanya terlalu janggal.

    Sementara, Sisi positifnya :
    – Banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari film Ayat-ayat Cinta ini. Salut buat kak Hanung yang mampu membungkus film AAC ini semenarik mungkin tanpa meninggalkan unsur pesan islami yang ingin disampaikan kepada penonton.
    – Alur cerita secara garis besar mampu menarik penonton terhanyut dalam cerita Ayat-ayat cinta ini terutama setelah Fahri menikah dengan Aisya.

    Nah,, tambahannya lagi, aku melihat sosok Aisya yang lebih dominan ketimbang Fahri terutama saat dan setelah Fahri di penjara.

    Kesimpulannya aku kasih nilai 8.5 dari 10 untuk film Ayat-ayat Cinta ini.

    Viva Indonesian Moovie!
    Stop Pembajakan!!
    Hargai Hasil Karya Saudaramu, Teman!!

    Reply
  • 4. muhammadamrul  |  March 13, 2008 at 10:32 am

    buat della:

    del, katanya mas hanung…

    dia emang sengaja bikin supaya karakter2 yang ada di filmnya tuh “realistis” dan sesuai dengan kenyataan, kan kalo di novel Fahri itu “Angel banget” nah mas hanung pengen filmnya ke arah realita, walopun emang gak sesuai dengan novelnya…

    btw, kunjungin ke http://muhammadamrul.wordpress.com yuk

    Reply
  • 5. lucky  |  March 15, 2008 at 1:04 pm

    oke..ayat2 cinta sih denger2 bagusan novelnya ya katanya walau belom baca novelnya cuma,saya sudah nonton filmnya…cukup berbobot dan berkualitas,akan tetapi di sudut lain seolah-olah islam terlalu mensahkan adanya poligami padahal tidak.tetapi the conclusion sih yaaa better laah

    Reply
  • 6. zenletion  |  March 20, 2008 at 10:50 am

    @scratchz
    yup bener Li…
    1. aku gak taw c standing party itu boleh apa gak, emang di filmnya diliatin gak c pas standing party itu mereka ngambil makan sambil berdiri apa gak?
    2. mungkin adegan Noura ketemu keluarganya, banyak yang dipotong juga, makanya terasa janggal
    3. tapi yang fahri and maria, emang kesannya terlalu deket
    aku setuju Li, emang banyak pelajarannya, yah meskipun gak lepas dari kekurangan juga c…
    nilainya 8.5, wah gede juga tuh, hehehe…
    yah semoga aja, yang melihat filmnya ikut juga melihat manfaatnya… amien

    Reply
  • 7. zenletion  |  March 20, 2008 at 10:55 am

    @muhammadamrul
    iya Rul, udah buka blog Amrul juga…
    sedikit sama lah dengan komentar disini, hehehe

    @lucky
    dibilang bagusan novelnya mungkin gak juga, soalnya beda genre. pasti yang udah baca novelnya bilang bagusan novelnya, soalnya novelnya kan keluar duluan..tapi menurut saya sich dua2nya punya pasar sendiri dan punya kekurangan serta kelebihan masing2

    Reply
  • 8. gita  |  March 25, 2008 at 12:16 pm

    mungkin krn keinginan sang pembuat film yg pengen membuat karakter setiap individu di film menjadi lebih realistis, film nya jadi agak berbeda dari bukunya.. tapi buat orang yg belum baca novelnya, film ini masuk kategori bagus banget koq, soalnya penonton jd ga pernah membanding2kan dengan karakter di novel nya..

    Reply
  • 9. zenletion  |  March 26, 2008 at 2:03 pm

    @gita
    yup bener banget… memang di film semua jadi terlihat lebih realistis dan menurut saya akan menarik lebih banyak orang. dan orang yang sudah menonton pasti pingin baca bukunya

    Reply
  • 10. khairil anwar  |  March 27, 2008 at 7:01 am

    tambahan saya yang sangat janggal adalah pada saat maria meninggal, sama sekali tidak ada ucapan innalillahiwainnailaahiraajiun, padahal fahri cs kuliah di alazhar, setting di mesir.. wah… itulah film

    Reply
  • 11. kaspro  |  March 28, 2008 at 6:57 am

    q kagum…….

    Reply
  • 12. azwar annas  |  March 28, 2008 at 7:01 am

    aku ngefans bagt ma rianti salamin donk plissssssssssssssss q kangennnnn bagt ma dia

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


calendrier

March 2008
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Feeds


%d bloggers like this: