introspeksi
April 25, 2008
Assalamualaikum, wr, wb
memang sudah menjadi kebiasaan untuk menulis blog ini jikalau ada kejadian seru. hal ini bukan dikarenakan malas menulis, tapi hanya karena koneksi internet yang sering putus (baca: jarang ngenet). sekarang saya menyempatkan menulis, malam-malam di Lab Bahasa, memakai koneksi internet kampus yang punya slogan “biar lambat yang penting nyambung”.
well, yang mau saya ceritakan…
hari ini tanggal 26 Maret 2008, di tengah hiruk pikuknya kegiatan kampus (baca: sibuk bolos kuliah), salah seorang teman lama mendatangi saya. disebut teman lama, karena saya sudah sangat jarang mengobrol dengannya.
well, berhubung saya sangat suka kegiatan yang banyak, akhirnya banyak juga kegiatan yang menjadi korban prioritas. teman lama saya itu adalah salah satu dari sekian banyak part of ‘kegiatan’ yang terpaksa di ‘tidak prioritaskan’. sebelumnya, teman saya itu sudah pernah bertanya apakah saya masih mau melanjutkan, dan jujur jawaban ego saya adalah “saya mau!”
dengan baik hatinya, beliau menerima saya dengan tangan terbuka. tetapi, ternyata ada sedikit masalah dengan ‘kembali’nya saya dalam organisasi tersebut. masalah tersebut adalah ada seseorang yang pernah tersakiti hatinya oleh sikap dan kata-kata saya.
saat pertama mendengar saya langsung ingin meledak. untungnya, saya sudah tamat membaca seventh habit of highly effective people, which actually really help me control my emotion. dan hal pertama yang saya lakukan adalah menarik napas. setelah menarik napas, pikiran saya langsung jernih.
saya pun bisa menerima komentar ‘pahit’ itu dengan hati yang walaupun tidak senang (well, even though there’s people who said they welcome critics, but I guarantee you that the first thing they felt is anger, selanjutnya yah terserah kejernihan pikiran mereka), tapi juga dengan pikiran yang jernih.
saya pun merasa harus introspeksi dengan diri saya sendiri. saya akui saya terkadang blak-blakan, dan mungkin orang tersebut merasa perannya sedikit ‘terkurangi’karena kebanyakan idenya tidak diterima.
kritiknya begini: “Coba Dela lebih bisa menerima masukan, dan ide. tolong juga lebih banyak mengkomunikasikan ide dengan pihak lain”
singkat crita,akhirnya saya menitip pesan pada teman lama saya tersebut.Pesan untuk yg mengkritik,”maaf dan terima kasih”.
yang ingin saya ingatkan pada diri sendiri khususnya, dan pada teman-teman yang mungkin iseng baca blog ini… buka hati anda pada kritik…
kalo ada yang ngritik:
1. orang itu care sama kita, buktinya dia masih mau ngurusin orang lain. padahal saya aja ngurus diri sendiri repot, hehehe…
2. kita hidup gak sendiri, so pasti sometimes ada kata-kata yang tidak enak didengar baik dari kita atau dari orang lain
3. tarik napas setelah denger kritik
mudah-mudahan bisa semakin dewasa dalam menerima kritik amien…
Entry Filed under: daily updates. Tags: introspeksi, motivasi, organisasi.


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed